Tugas sofskil sistem informasi psikologi

Tugas Sofskill ke-3 Sistem Informasi Psikologi.
Pada tugas kali ini, kami mahasiswa Psikologi Univ. Gunadarma kelas 4PA15, diberi tugas untuk menceritakan kehidupan pribadi kita, jelasnya kita harus menjelaskan semua keinginan kita dalam waktu yang dekat dekat. Yaudah kalau gitu, saya mulai yaa. Hehe
Nama saya Yollanda Frishlla, biasa dianggil ollan, saya adalah mahasiswi tingkat akhir di Univ.Gunadarma jurusan Psikologi. Kalau ditanya “apa yang ingin kamu capai dalam waktu dekat ini” tentu saya, dan teman-teman saya pasti akan mengatakan hal yang sama, yaitu.. “cepet lulus”. Pastilah yaa itu bakal jadi cita-cita semua mahasiswa khususnya tingkat akhir kaya kita gini. Tapi jika ditanya “setelah lulus mau jadi apa?” saya pribadi sih punya banyak banget cita-cita dan keinginan yang emang harus dicapai, ya namanya juga manusia harus punya planing dan target kalo mau kehidupannya lebih baik.. Saya pribadi sebenarnya punya hasrat besar dalam musik.. tapi apalah daya ketika orang tua menghalangi niat tersebut.. hoalah ko jadi lebay yaa. Oke, lupain.. anggep aja lo ngga pernah baca tulisan yang barusan.. Jadi intinya gue Cuma mau jadi orang yang berguna, kalo berguna buat negara mungkin terlalu muluk, karena yang terpenting bagi gue, berguna buat lingkungan sendiri dulu, bisa merubah sudut pandang orang-orang awam menjadi lebih terbuka.. karrena dari situ kita bisa sama-sama merubah negara tercintaaah..
Oke sekian tulisan saya ini cukup singkat, mungkin ada yang tersirat dari tulisan diatas. Ya semoga bermanfaat walaupun sesungguhnya engga ada manfaatnya sama sekali.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sistem Informasi Psikologi #TUGAS2

Sistem Informasi Psikologi
Contoh Kasus

Baik dalam tugas kedua yang di berikan dosen dalam mata kuliah Sistem Informasi Psikologi yaitu kami mahasiswa 4PA15 diberi tugas untuk memberikan contoh kasus dan hasil analisa yang kia lakukan dalam kasus yang kita buat dari fenomena-fenoma yang ada.
Disini saya akan mengangkat kasus tentang TES PSIKOLOGI ONLINE.

Tes Psikologi Online kini banyak diminati oleh banyak instansi / perusahaan maupun orang-orang yang hanya ingin sekedar mengecek seberapa jauh kemampuan intelegensi atau bagaimana kepribadian dirinya.

Dalam Tes Psikologi Online memiliki kekurangan dan kelebihan dalam pelaksanaannya.

Adapun kelebihannya adalah sangat menghemat waktu dan biaya, karena dilakukan dengan online yang hanya memerlukan gadget / komputer dan koneksi dengan internet tes ini dapat dilakukan dimana saja dan tidak perlu banyak membuang kertas untuk pelaksaannya seperti yang dilakukan pada tes  psikologi secara manual/langsung.

Dan kekuranganya sangatlah terlihat dalam Tes Psikologi Online, ketidak adanya observasi dalam pelaksaan tes, tester sulit untuk menilai keadaan sebenarnya yang terjadi pada saat tes dilaksanakan, juga tes ini jika dilakukan secara online kemungkinannya adalah banyaknya partisipan yang melakukan manipulasi pada hasil tes karena dapat mengulang kembali tes agar mendapatkan hasil yang baik.

Hasil Analisis saya dalam kasus ini adalah, Sebaiknya jika perusahaan ingin merekrut karyawan baru untuk posisi yang kosong dalam perusahaannya itu lebih baik menggunakan tes psikologi manual/langsung, selain kita akan melihat sisi lain dari testee kita juga dapat melihat kemampuan yang asli dari para testee. Kalau untuk tes psikologi online gunakan saja hanya untuk melihat kemampuan diri sendiri dan tidak untuk dijadikan bahan pertimbangan untuk masuk kedalam perusahaan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sistem Informasi Psikologi

Yollanda Frishlla ( 19513494 / 4PA15)

 Tugas 1#Sofskill

Pengertian Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin yaitu systema dan dari bahasa Yunani yaitu sustema. Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, dimana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian – bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item- item penggerak. Sebagai contoh, misalnya negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang membentuk suatu negara.
Ada beberapa tokoh yang mendefinisikan pengertian dari sistem tersebut. Menurut Ludwig Von Bartalanfy, sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terkait dalam suatu antar relasi diantara unsur – unsur tersebut dengan lingkungan. Ada juga Anatol Raporot yang mendefinisikan arti dari sistem itu. Menurut beliau, sistem merupakan suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.L.Ackof, menyebutkan bahwa sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian – bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lain.
Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sistem merupakan sekumpulan elemen atau unsur yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.
     Pengertian Informasi
Informasi adalah segala macam keterangan yang dapat diambil oleh seseorang dengan sumber yang jelas sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi si penerima informasi tersebut.
Menurut istilah, pengertian informasi adalah kumpulan data yang sudah melalui proses pengolahan sehingga menjadi satu kesatuan yang bermanfaat bagi seseorang yang kemudian digunakan untuk pengambilan keputusan atau tindakan. Sumber informasi adalah data.
Informasi adalah data data yang diolah menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti dan bermanfaat bagi manusia.
Definisi informasi menurut beberapa ahli :
Joner Hasugian : Informasi sebuh konsep yang universal dalam jumlah muatan yang besar, meliputi banyak hal dalam ruang lingkupnya masing-masing dan terekan pada sejumlah media.
Kenneth C. Laudon : Informasi data yang sudah dibentuk kedalam sebuh formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.
Ciri-ciri dari Informasi yaitu:
  • Data yang telah diolah
  • Bentuknya lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima
  • Menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata
  • Digunakan untuk mengambil keputusan
Kriteria Informasi:
  1. Akurat
  2. Relevan
  3. Tepat waktu
  4. Ekonomis
  5. Efisien
  6. Dapat dipercaya
Fungsi Informasi:
Untuk mengurangi ketidakpastian didalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Selain itu, informasi juga berguna untuk memberikan suatu dasar kemungkinan untuk menanggapi seleksi kepada pengambilan keputusan. Fungsi informasi tidak mengarahkan pengambilan keputusan mengenai apa yang harus dilakukan, tetapi mengurangi keanekaragaman dan ketidakpastian untuk mengambil suatu keputusan yang baik.
Jadi, Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu.

Apa itu Psikologi?
Psikologi berasal dari perkataan yunani yaitu "psyche" yang artinya jiwa dan "logos" yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologis (arti kata) psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya, maupun latar belakangnya. Dengan singkat disebut ilmu jiwa. Beberapa ahli mendefinisikan psikologi sebagai berikut:
Menurut Wundt : Psikologi itu merupakan ilmu tentang kesadaran manusia. Dari batasan
Allport : Psikologi adalah satu upaya untuk memahami dan menjelaskan bagaimana pikiran, perasaan dan perilaku individu yang dipengaruhi oleh kehadiran orang lain secara aktual, dibayangkan, atau hadir secara tidak langsung.
Jadi, dapat dikatakan sistem informasi psikologi merupakan suatu bentuk fasilitas psikologi yang berbasis teknologi yang dapat dipergunakan untuk suatu kegiatan memperoleh data dalam mempelajari perilaku manusia dan proses mental.
Jadi, Sistem Informasi Psikologi yaitu dari uraian mengenai sistem, Informasi, dan psikologi di atas, maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa pengertian dari Sistem Informasi Psikologi adalah suatu sistem atau tata cara yang merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyimpan data mengenai perilaku terlihat maupun tidak terlihat secara langsung serta proses mental yang terjadi pada manusia sehingga data tersebut dapat diubah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu seperti tujuan penelitian. Contoh nyata dari pengaplikasian Sistem Informasi Psikolgi dalam kehidupan adalah penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi yaitu, komputerisasi alat tes psikologi.
Contoh penggunaan sistem informasi psikologi adalah Alat Tes Kepribadian MBTI secara Online. Dibawah ini terdapat contoh dari tampilan alat tes psikologi MBTI secara online:




Sumber:
Basuki, A. M. Heru. (2008). Psikologi umum. Depok: Universitas Gunadarma
http://oktintia.wordpress.com/2012/10/14/pengenalan-pengant

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TUGAS FOTOPOLIO 4 PSIKOLOGI MANAJEMEN


PSIKOLOGI MANAJEMEN
SOFTSKILL
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-u8G6rkSlCCoYQtUECh-szyoEXHjM51RRpvO4f4dHDgww6HPB0VSFxgsyoQ2VYsJDJ7AONrvpFLYtIE8ZrYNN3VbyF0X5ciGxnVCu-UGwg8bhDII0XiwWKzttJ-QCjeX1dtIthTuj2r8T/s1600/logo_gunadarma.png

Disusun Oleh           :
            Muthiah Abdi          16513226
             Yollanda Frishlla    19513494

3 PA 15




Universitas Gunadarma
Bekasi
A.      SIKAP KERJA
     Sikap tubuh dalam bekerja atau sikap kerja adalah suatu gambaran tentang posisi badan, kepala dan anggota tubuh (tangan dan kaki) baik dalam hubungan antar bagian-bagian tubuh tersebut maupun letak pusat gravitasinya. Faktor-faktor yang paling berpengaruh meliputi sudut persendian, inklinasi vertikal badan, kepala, tangan dan kaki serta derajat penambahan atau pengurangan bentuk kurva tulang belakang. Faktor-faktor tersebut akan menentukan efisien atau tidaknya sikap tubuh dalam bekerja. Sikap tubuh bisa dikatakan efisien adalah jika :
a.      menempatkan tekanan yang seimbang pada bagian-bagian tubuh yang berbeda.
b.     membutuhkan sedikit usaha otot untuk bertahan, atau
c.      terasa nyaman bagi masing-masing orang.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan sikap tubuh dalam melakukan pekerjaan, yaitu :
a.      Semua pekerjaan hendaknya dilakukan dalam sikap duduk atau sikap berdiri secara bergantian.
b.     Semua sikap tubuh yang tidak alami harus dihindarkan. Seandainya hal ini tidak memungkinkan, hendaknya diusahakan agar beban statis diperkecil.
c.      Tempat duduk harus dibuat sedemikian rupa, sehingga tidak membebani melainkan dapat memberikan relaksasi pada otot – otot yang sedang tidak dipakai untuk bekerja dan tidak menimbulkan penekanan pada bagian tubuh (paha). Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya gangguan sirkulasi darah dan juga untuk mencegah keluhan kesemutan yang dapat mengganggu aktivitas.

1.       DETERMINAN SIKAP KERJA
         Sikap kerja dapat dijadikan indikator apakah suatu pekerjaan berjalan lancar atau tidak. Jika sikap kerja dilaksanakan dengan baik, pekerjaan akan berjalan lancar. Jika tidak berarti akan mengalami kesulitan. Tetapi, bukan berarti adanya kesulitan karena tidak dipatuhinya sikap kerja, melainkan ada masalah lain lagi dalam hubungan antara karyawan yang akibatnya sikap kerjanya diabaikan.
a.      Menurut para tokoh :
1)     Gibson, menjelaskan sikap sebagai perasaan positif atau negatif atau keadaan mental yang selalu disiapkan, dipelajari dan diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh khusus pada respon seseorang terhadap orang, obyek ataupun keadaan. Sikap lebih merupakan determinan perilaku sebab, sikap berkaitan dengan persepsi, kepribadian dan motivasi.
2)     Sada, adalah tindakan yang akan diambil karyawan dan segala sesuatu yang harus dilakukan karyawan tersebut yang hasilnya sebanding dengan usaha yang dilakukan.
b.     Sikap yang positif
1)     Kemauan untuk bekerja sama. Bekerja sama dengan orang-orang dalam suatu kelompok akan memungkinkan perusahaan dapat mencapai tujuan yang tidak mungkin dicapai oleh orang-orang secara individual.
Rasa memiliki. Adanya rasa ikut memiliki karyawan terhadap perusahaan akan membuat karyawan memiliki sikap untuk ikut menjaga dan bertanggung jawab terhadap perusahaan sehingga pada akhirnya akan menimbulkan loyalitas demi tercapainya tjuan perusahaan.
2)     Hubungan antar pribadi. Karyawan yang mempunyai loyalitas karyawan tinggi mereka akan mempunyai sikap fleksibel kea rah tete hubungan antara pribadi. Hubungan antara pribadi ini meliputi : hubungan social diantara karyawan. Hubungan yang harmonis antara atasan dan karyawan, situasi kerja dan sugesti dari teman sekerja.
3)     Suka terhadap pekerjaan. Perusahaan harus dapat menghadapi kenyataan bahwa karyawannya tiap hari dating untu bekerja sama sebagai manusia seutuhnya dalam hal melakukan pekerjaan yang akan dilakukan dengan senang hati sebagai indikatornya bisa dilihat dari : kesanggupan karyawan dalam bekerja, karyawan tidak kpernah menuntut apa yang diterimanya di luar gaji pokok.
c.      Faktor-faktor Sikap Kerja
Menurut Blum and Naylor
terdapat beberapa factor yang mempengaruhi sikap kerja, diantaranya:
1)     Kondisi Kerja → Situasi kerja yang meliputi lingkungan fisik ataupun lingkungan social yang menjamin akan mempengaruhi kenyamanan dalam bekerja. Karena dengan adanya rasa nyaman akan mempengaruhi semangat dan kualitas karyawan.
2)     Pengawasan Atasan → Seorang pimpinan yang melakukan pengawasan terhadap karyawan dengan baik dan penuh perhatian pada umumnya berpengaruh terhadap sikap dan semangat kerja karyawan.
3)     Kerja sama dari teman sekerja → Adanya teman sekerja yang dapat berkerjasama akan sangat mendukung kualitas dan prestasi dalam menyelesaikan pekerjaan.
4)     Keamanan → Adanya rasa aman yang tercipta serta lingkungan yang terjaga akan menjamin dan menambah ketenangan dalam pekerjaan.
5)     Kesempatan untuk maju → Adanya jaminan masa depan yang lebih baik dalam hal karier baik promosi jabatan dan jaminan hari tua.
6)     Fasilitas kerja → Tersedianya fasilitas-fasilitas yang dapat digunakan karyawan dalam pekerjaannya.
7)     Upah atau Gaji → Rasa senang terhadap imbalan yang diberikan perusahaan baik yang berupa gaji pokok, tunjangan dan sebagainya yang dapat mempengaruhi sikap karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya.

2.       PENGUKURAN SIKAP KERJA
         Seperti yang sudah diuraikan sebelumnya, Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal. Ketika seorang merasakan kepuasan dalam bekerja tentunya ia akan berupaya semaksimal mungkin dengan segenap kemampuan yang dimilikinya untuk menyelesaikan tugas pekerjaannya. Dengan demikian produktivitas dan hasil kerja karyawan akan meningkat secara optimal.
         Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan pada dasarnya secara praktis dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik adalah faktor yang berasal dari dalam diri dan dibawa oleh setiap karyawan sejak mulai bekerja di tempat pekerjaannya, Sebagai contoh, karyawan yang sudah lama bekerja memiliki kecenderungan lebih puas dibandingkan dengan karyawan yang belum lama bekerja. Faktor eksentrinsik menyangkut hal-hal yang berasal dari luar diri karyawan, antara lain kondisi fisik lingkungan kerja, interaksinya dengan karyawan lain, sistem penggajian dan sebagainya.
         Secara teoritis, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja sangat banyak jumlahnya, seperti gayakepemimpinan, produktivitas kerja, perilaku, locus of control , pemenuhan harapan penggajian dan efektivitas kerja.


3.       MACAM – MACAM SIKAP KERJA
a.      Sikap Kerja Duduk.
   Sikap kerja duduk merupakan sikap kerja yang kaki tidak terbebani dengan berat tubuh dan posisi stabil selama bekerja. Duduk memerlukan lebih sedikit energi daripada berdiri karena hal itu dapat mengurangi banyaknya beban otot statis pada kaki. Kegiatan bekerja sambil duduk harus dilakukan secara ergonomi sehingga dapat memberikan kenyamanan dalam bekerja.
   Sikap duduk yang keliru merupakan penyebab adanya masalah – masalah punggung. Hal ini dapat terjadi karena tekanan pada bagian tulang belakang akan meningkat pada saat duduk dibandingkan dengan saat berdiri ataupun berbaring. Jika diasumsikan tekanan tersebut sekitar 100% ; maka cara duduk yang tegang atau kaku (erect posture) dapat menyebabkan tekanan tersebut mencapai 140% dan cara duduk yang dilakukan dengan membungkuk ke depan menyebabkan tekanan tersebut sampai 190%.
   Sikap duduk paling baik yang tidak berpengaruh buruk terhadap sikap badan dan tulang belakang adalah sikap duduk dengan sedikit lardosa pada pinggang dan sedikit mungkin kifosa pada punggung (Suma’mur, 1989). Sikap duduk yang benar yaitu sebaiknya duduk dengan punggung lurus dan bahu berada dibelakang serta bokong menyentuh belakang kursi. Selain itu, duduklah dengan lutut tetap setinggi atau sedikit lebih tinggi panggul (gunakan penyangga kaki) dan sebaiknya kedua tungkai tidak saling menyilang. Jaga agar kedua kaki tidak menggantung dan hindari duduk dengan posisi yang sama lebih dari 20-30 menit. Selama duduk, istirahatkan siku dan lengan pada kursi, jaga bahu tetap rileks.
Keuntungan bekerja sambil duduk adalah sebagai berikut :
1)     Menghilangkan tumpuan berat badan pada kaki.
2)     Memungkinkan tubuh menghindari sikap yang tidak alamiah.
3)     Kurangnya penggunaan energi sehingga bisa mengurangi atau memperlambat terjadinya kelelahan.
4)     Kurangnya tingkat keperluan sirkulasi darah.
5)     Memberikan kestabilan lebih besar pada pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan ketepatan dan ketelitian.
6)     Memungkinkan pengoperasian alat kendali kaki dengan lebih mudah, tepat dan aman dalam posisi tubuh yang tetap baik.
Namun, kegiatan bekerja sambil duduk juga dapat menimbulkan kerugian/ masalah bila dilakukan secara tidak ergonomis. Kerugian tersebut antara lain:
1)     Melembeknya otot – otot perut.
2)     Melengkungnya punggung.
3)     Tidak baik bagi organ dalam tubuh, khususnya pada organ pada sistem pencernaan jika posisi dilakukan secara membungkuk.
b.     Sikap Kerja Berdiri.
   Selain sikap kerja duduk, sikap kerja berdiri juga banyak ditemukan di perusahaan. Sikap kerja berdiri merupakan sikap kerja yang posisi tulang belakang vertikal dan berat badan tertumpu secara seimbang pada dua kaki. Bekerja dengan posisi berdiri terus menerus sangat mungkin akan terjadi penumpukan darah dan berbagai cairan tubuh pada kaki dan hal ini akan bertambah bila berbagai bentuk dan ukuran sepatu yang tidak sesuai. Sikap kerja berdiri dapat menimbulkan keluhan subjektif dan juga kelelahan bila sikap kerja ini tidak dilakukan bergantian dengan sikap kerja duduk.
Keuntungan dan kerugian sikap kerja berdiri :
1)     Keuntungan: Otot perut tidak kendor, sehingga vertebra (ruas tulang belakang) tidak rusak bila mengalami pembebanan.
2)     Kerugian: Otot kaki cepat lelah.
c.      Posisi Kerja Duduk – Berdiri
   Posisi kerja duduk-berdiri yaitu posisi atau sikap kerja yang dapat dilakukan dengan berdiri atapun duduk. Posisi Duduk - Berdiri mempunyai keuntungan secara Biomekanis dimana tekanan pada tulang belakang dan pinggang 30% lebih rendah dibandingkan dengan posisi duduk maupun berdiri terus menerus.
Sikap kerja lainnya antara lain :
1)     Mengangkat beban
Bermacam cara dalam mengangkat beban yakni dengan kepala, bahu, tangan, punggung , dll. Beban yang terlalu berat dapat menimbulkan cedera tulang punggung, jaringan otot dan persendian akibat gerakan yang berlebihan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan-kegiatan mengangkat dan mengangkut adalah sebagai berikkut :
a)     Beban yang diperkenakan,  jarak angkut dan intensitas pembebanan.
b)     Kondisi lingkungan kerja yaitu keadaan medan yang licin, kasar, naik turun.
c)     Keterampilan bekerja
d)     Peralatan kerja beserta keamanannya
Cara-cara mengangkut dan mengangkat yang baik harus memenuhi 2 prinsip kinetis yaitu :
a)     Beban diusahakan menekan pada otot tungkai yang keluar dan sebanyak mungkin otot tulang belakang yang lebih lemah dibebaskan dari pembebanan.
b)     Momentum gerak badan dimanfaatkan untuk mengawali gerakan.
Penerapan :
a)     Pegangan harus tepat
b)     Lengan harus berada sedekatnya pada badan dan dalam posisi lurus
c)     Punggung harus diluruskan
d)     Dagu ditarik segera setelah kepala bisa di tegakkan lagi seperti pada permulaan gerakan
e)     Posisi kaki di buat sedemikian rupa sehingga mampu untuk mengimbangi momentum yang terjadi dalam posisi mengangkat
f)      Beban diusahakan berada sedekat mungkin terhadap garis vertical yang melalui pusat grafitas tubuh.
2)     Menjinjing Beban     
Bermacam-macam cara dalam mengangkat beban yakni, dengan kepala, bahu, tangan, punggung dan sebagainya. Beban yang terlalu berat dapat menimbulkan cedera tulang punggung, jaringan otot dan persendian akibat gerakan yang berlebihan. Beban yang diangkat tidak melebihi aturan yang ditetapkan ILO sebagai berikut:
a)     Sikap kerja almiah
Sikap kerja almiah aadalh sikap kerja atau posisi kerja yang sesuai dengan bentuk alamiah kurva tulang belakang. Misalnya pada sikap kerja duduk yang paling baik adalah sedikit lordose pada pinggang dan sedikit kifose pada punggung. Dengan posisi seperti ini pengaruh buruk pada tulang belakang terutama pada lumbosacral dapat dikurangi. Hal ini dapat dicapai dengan penggunaan kursi dengan sandaran pinggang yang sesuai dengan bentuk anatomis alami tulang belakang.
b)     Sikap Kerja Tidak Alamiah
Sikap kerja tidak alamiah adalah sikap kerja yang menyebabkan posisi bagian tubuh bergerak menjauhi posisi alamiah misalnya pergerakan tangan terangkat, punggung terlalu membungkuk, kepala terangkat dan sebagainya. Semakin jauh posisi bagian tubuh dari pusat gravitasi tubuh, maka akan semakin tinggi pula resiko terjadinya keluhan otot skeletal. Sikap kerja tidak alamiah ini pada umumnya karena karakteristik tuntutan tugas, alat kerja dan stasiun kerja tidak sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan pekerja. Posisi tubuh atau sikap kerja yang tidak alamiah dan cara kerja yang tidak ergonomis dalam waktu lama dan terus menerus dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada pekerja antara lain:
·       Rasa sakit pada bagian-bagian tertentu sesuai jenis pekerjaan yang dilakukan seperti pada tangan, kaki, perut, punggung, pinggang dan lain-lain.
·       Menurunnya motivasi dan kenyamanan kerja.
·       Gangguan gerakan pada bagian tubuh tertentu (kesulitan mengerakkan kaki, tangan atau leher/kepala).
·       Dalam waktu lama bisa terjadi perubahan bentuk tubuh (tulang miring, bongkok).
                                                                                                  
B.    KEPUASAN KERJA
1.     DEFINISI KEPUASAN KERJA
      Beberapa definisi kepuasan kerja menurut para tokoh yaitu sebagai berikut. Menurut Steve M. Jex mendefinisikan kepuasan kerja sebagai “tingkat afeksi positif seorang pekerja terhadap pekerjaan dan situasi pekerjaan.
      Bagi Jex, kepuasan kerja melulu berkaitan dengan sikap pekerja atas pekerjaannya. Sikap tersebut berlangsung dalam aspek kognitif dan perilaku. Aspek kognitif kepuasan kerja adalah kepercayaan pekerja tentang pekerjaan dan situasi pekerjaan: Bahwa pekerja yakin bahwa pekerjaannya menarik, merangsang, membosankan atau menuntut. Aspek perilaku pekerjaan adalah kecenderungan perilaku pekerja atas pekerjaannya yang ditunjukkan lewat pekerjaan yang dilakukan, terus bertahan di posisinya, atau bekerja secara teratur dan disiplin.
        Kepuasan kerja biasanya didefinisikan sebagai tingkat pengaruh positif karyawan terhadap pekerjaannya atau situasi pekerjaan. Pengaruh positif pada definisi ini dapat ditambahkan komponen kognitif dan perilaku, hal ini sesuai dengan cara psikologis social mendefinisikan sikap. Kepuasan kerja nyatanya adalah sikap karyawan terhadap pekerjaannya.
         Menurut Tiffin kepuasan kerja berhubungan erat dengan sikap dari karyawan terhadap pekerjaannya sendiri, situasi kerja, kerjasama antara pimpinan dengan karyawan. Sedangkan menurut Blum mengemukakan bahwa kepuasan kerja merupakan sikap umum yang merupakan hasil dari beberapa sikap khusus terhadap faktor – faktor pekerjaan, penyesuaian diri dan hubungan sosial individu diluar kerja.

2.     ASPEK-ASPEK KEPUASAN KERJA
Lima aspek yang terdapat dalam kepuasan kerja, yaitu :
a.      Pekerjaan itu sendiri (Work It self)
Setiap pekerjaan memerlukan suatu keterampilan tertentu sesuai dengan bidang nya masing-masing. Sukar tidaknya suatu pekerjaan serta perasaan seseorang bahwa keahliannya dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan tersebut, akan meningkatkan atau mengurangi kepuasan kerja.
b.      Atasan (Supervisior)
Atasan yang baik berarti mau menghargai pekerjaan bawahannya. Bagi bawahan, atasan bisa dianggap sebagai figur ayah/ibu/teman dan sekaligus atasannya.
c.      Teman sekerja (Workers)
Merupakan faktor yang berhubungan dengan hubungan antara pegawai dengan atasannya dan dengan pegawai lain, baik yang sama maupun yang berbeda jenis pekerjaannya.
d.      Promosi (Promotion)
Merupakan faktor yang berhubungan dengan ada tidaknya kesempatan untuk memperoleh peningkatan karir selama bekerja.
e.      Gaji/Upah (Pay)
Merupakan faktor pemenuhan kebutuhan hidup pegawai yang dianggap layak atau tidak.

3.     DIMENSI KEPUASAN KERJA
         Model Theory of Work Adjustment mengukur 20 dimensi yang menjelaskan 20 kebutuhan elemen atau kondisi penguat spesifik yang penting dalam menciptakan kepuasan kerja. Dimensi-dimensi tersebut dijelaskan sebagai berikut:
a.   Ability Utilization
adalah pemanfaatan kecakapan yang dimiliki oleh karyawan.
b.   Achievement
adalah prestasi yang dicapai selama bekerja.
c.   Activity
adalah segala macam bentuk aktivitas yang dilakukan dalam bekerja.
d.   Advancement
adalah kemajuan atau perkembangan yang dicapai selama bekerja.
e.   Authority
adalah wewenang yang dimiliki dalam melakukan pekerjaan.
f.    Company Policies and Practices
adalah kebijakan yang dilakukan adil bagi karyawan.
g.   Compensation
adalah segala macam bentuk kompensasi yang diberikan kepada para karyawan.
h.   Co-workers
adalah rekan sekerja yang terlibat langsung dalam pekerjaan.
i.    Creativity
adalah kreatifitas yang dapat dilakukan dalam melakukan pekerjaan.
j.    Independence
adalah kemandirian yang dimiliki karyawan dalam bekerja.
k.   Moral values
adalah nilai-nilai moral yang dimiliki karyawan dalam melakukan pekerjaannya seperti rasa bersalah atau terpaksa.
l.    Recognition
adalah pengakuan atas pekerjaan yang dilakukan.
m. Responsibility
adalah tanggung jawab yang diemban dan dimiliki.
n.   Security
adalah rasa aman yang dirasakan karyawan terhadap lingkungan kerjanya.
o.   Social Service
adalah perasaan sosial karyawan terhadap lingkungan kerjanya.
p.   Social Status
adalah derajat sosial dan harga diri yang dirasakan akibat dari pekerjaan.
q.   Supervision-Human Relations
adalah dukungan yang diberikan oleh badan usaha terhadap pekerjanya.
r.    Supervision-Technical
adalah bimbingan dan bantuan teknis yang diberikan atasan kepada karyawan.
s.   Variety
adalah variasi yang dapat dilakukan karyawan dalam melakukan pekerjaannya.
t.    Working Conditions
adalah keadaan tempat kerja dimana karyawan melakukan pekerjaannya.
Hipotesis pokok dart Theory of Work Adjustment adalah bahwa kepuasan kerja merupakan fungsi dari hubungan antara sistem pendorong dari lingkungan kerja dengan kebutuhan individu.

4.     FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA
a.      Faktor Kepuasan Finansial, yaitu terpenuhinya keinginan karyawan terhadap kebutuhan finansial yang diterimanya untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari sehingga kepuasan kerja bagi karyawan dapat terpenuhi. Hal ini meliputi; system dan besarnya gaji, jaminan sosial, macam-macam tunjangan, fasilitas yang diberikan serta promosi.
b.     Faktor Kepuasan Fisik, yaitu faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik lingkungan kerja dan kondisi fisik karyawan. Hal ini meliputi; jenis pekerjaan, pengaturan waktu kerja dan istirahat, perlengkapan kerja, keadaan ruangan/suhu, penerangan, pertukaran udara, kondisi kesehatan karyawan dan umur.

c.      Faktor Kepuasan Sosial, yaitu faktor yang berhubungan dengan interaksi sosial baik antara sesama karyawan, dengan atasannya maupun karyawan yang berbeda jenis pekerjaannya. Hal ini meliputi; rekan kerja yang kompak, pimpinan yang adil dan bijaksana, serta pengarahan dan perintah yang wajar.
d.     Faktor Kepuasan Psikologi, yaitu faktor yang berhubungan dengan kejiwaan karyawan. Hal ini meliputi; minat, ketentraman dalam bekerja, sikap terhadap kerja, bakat dan keterampilan.

5.     HUBUNGAN PELAKSANAAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA
      Ada sejumlah faktor ekstrinsik yang terdiri dari salary, keamanan kerja, kondisi kerja, status, prosedur perusahaan, quality of technical supervision, dan kualitas hubungan interpersonal diantara rekan sekerja, atasan, dan bawahan. Keberadaan kondisi tersebut belum tentu dapat memotivasi, tetapi bila tidak ada menyebabkan ketidakpuasan karyawan karena mereka perlu mempertahankan paling tidak suatu tingkat tidak ada kepuasan. Kondisi ini disebut sebagai faktor higienes atau ketidakpuasan. Karyawan cenderung tidak puas apabila faktor-faktor ini dirasa tidak mencukupi. Ada sejumlah faktor intrinsik yang terdiri dari achievementrecognition,responsibilityadvancement, pekerjaan itu sendiri, dan kemungkinan berkembang, kondisi ini apabila ada akan memberikan motivasi bagi karyawan. Kondisi ini disebut sebagai faktor pemuas atau motivator.















SUMBER :
Gibson, J.L., Ivancevich, J.M., Donnelly, Jr., J.H., 1990, Organisasi: Perilaku, Struktur, Proses (Terj.).Jakarta: Erlangga

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS