Pengembangan
Kreativitas dan Keberbakatan
Tugas
Blog Pertemuan ke-1

Nama : Yollanda Frishlla ( 19513494
)
Kelas : 1PA16
Dosen
: Tri Maryani S.Psi, M.Psi
Universitas
Gunadarma
2015
A.
Definisi konsepsional Kreativitas
- Konsepsional adalah sesuatu yang menggambarkan hubungan,antara konsep-konsep khusus,yang ingin atau yang akan diteliti,istilah konsepsional merupakan pengarah atau pedoman yang lebih konkrit,dan teori yang kadang kadang masih abstrak,sehingga diperlukan Definisi Operasional
B. Definisi Operasional Kreatifitas
- Kreativitas merupakan kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci suatu gagasan (Munandar dalam Basuki, 2010).
C. Definisi Kreativitas menurut Clark
·
Definisi
kreativitas menurut Clark adalah “Pengalaman mengekpresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam
bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan
orang lain. (Clark Moustatis)”
·
Devinisi kreativitas menurut Clark berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan
otak,mengemukakan : “Kreativitas
merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu
sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu : berfikir, merasa, menginderakan
dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and
intuiting)” (June 1961, Clark 1986).
D. Terori –
teori Kreativitas
Teori yang melandasi pengembangan kreativitas
dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
a.
Teori
Psikoanalisis
b. Teori
Humanistik
c.
Teori
Cziksentmihalyi
1. Teori
Psikoanalisis
Pribadi kretif dipandang sebagai
seorang yang pernah mengalami traumatis, yang dihadapi dengan memunculkan
gagasan-gagasan yang disadari dan tidak disadari bercampur menjadi pemecahan
inovatif dari trauma.
Teori ini terdiri dari:
a.
Teori Freud
Freud
menjelaskan proses kretif dari mekanisme pertahanan (defence mechanism). Freud
percaya bahwa meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan
kreatif, mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama kreativitas karena
kebutuhan seksual tidak dapat dipenuhi, maka terjadi sublimasi dan merupakan
awal imajinasi.
Macam mekanisme
pertahanan:
-
Represi -
regresi
-
Konpensasi - Proyeksi
-
Sublimasi - Pembentukan reaksi
-
Rasionalisasi
- Pemindahan
-
Identifikasi
- Kompartementalisasi
- Introjeksi
b. Teori Ernst
Kris
Erns Kris (1900-1957)
menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi seiring memunculkan
tindakan kreatif. Orang yang kreatif menurut teori ini adalah mereka yang
paling mampu “memanggil” bahan dari alam pikiran tidak sadar. Seorang yang
kreatif tidak mengalami hambatan untuk bias “seperti anak” dalam pemikirannya.
Mereka dapat mempertahankan “sikap bermain” mengenai masala-masalah
serius dalam kehidupannya. Dengan demikian mereka m ampu malihat
masalah-masalah dengan cara yang segar dan inovatif, mereka melakukan regresi
demi bertahannya ego (Regression in The Survive of The Ego)
c.
Teori Carl
Jung
Carl Jung
(1875-1967) percaya bahwa alam ketidaksadaran (ketidaksadaran kolektif)
memainkan peranan yang amat penting dalam pemunculan kreativitas tingkat tinggi.
Dari ketidaksadaran kolektif ini timbil penemuan, teori, seni dan karya-karya
baru lainnya.
2. Teori
Humanistik
Teori
Humanistik melikat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat
tinggi. Teori
Humanistik meliputi:
a.
Teori Maslow
Abraham Maslow (1908-1970)
berpendapat manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi
nyata sebagai kebutuhan. Kebutuhan tersebut adalah:
·
Kebutuhan
fisik/biologis
·
Kebutuhan
akan rasa aman
·
Kebutuhan
akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan cinta
· Kebutuhan akan penghagaan dan harga diri
·
Kebutuhan
aktualisasi / perwujudan diri
·
Kebutuhan
estetik
Kebutuhan-kebutuhan
tersebut mempunyai urutan hierarki. Keempat Kebutuhan pertama disebut
kebutuhan “deficiency”. Kedua Kebutuhan
berikutnya (aktualisasi diri dan estetik atau transendentasi) disebut kebutuhan
“being”. Proses perwujudan diri erat kaitannya dengan kreativitas. Bila
bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya
pada yang hakiki. Mereka mencapai “peak experience” saat mendapat
kilasan ilham (flash of insight)
b. Teori Rogers
Carl Rogers
(1902-1987) tiga kondisi internal dari pribadi yang kreatif, yaitu:
1. Keterbukaan
terhadap pengalaman
2. Kemampuan
untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation)
3. Kemampuan untuk
bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep.
Apabila
seseorang memiliki ketiga cirri ini maka kesehatan psikologis sangat baik.
Orang tersebut diatas akan berfungsi sepenuhnya menghasilkan karya-karya
kreatif, dan hidup secara kreatif. Ketiga cirri atau kondisi tersebut uga
merupakan dorongan dari dalam (internal press) untuk kreasi.
3. Teori
Cziksentmihalyi
Ciri pertama yang memudahkan
tumbuhnya kreativitas adalah Predisposisi genetis (genetic predispotition).
Contoh seorang yang system sensorisnya peka terhadap warna lebih mudah menjadi
pelukis, peka terhadap nada lebih mudah menjadi pemusik.
a. Minat pada usia
dini pada ranah tertentu
Minat
menyebabkan seseorang terlibat secara mendalam terhadap ranah tertentu,
sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas.
b. Akses terhadap suatu bidang
Adanya sarana
dan prasarana serta adanya pembina/mentor dalam bidang yang
diminati sangat membantu pengembangan bakat.
c.
Access to a field
Kemampuan
berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sejawat + tokoh-tokoh penting dalam
bidang yang digeluti, memperoleh informasi yang terakhir, mendapatkan
kesempatan bekerja sama dengan pakar-pakar dalam b idang yang diminati sangat
penting untuk mendapatkan pengakuan + penghargaan dari orang-orang
penting.
Orang-orang
kreatif ditandai adanya kemampuan mereka yang luar biasa untuk menyesuaikan
diri terhadap hampir setiap situasi dan untuk melakukan apa yang perlu untuk
mencapau tujuannya.
2. Ciri-ciri Kepribadian Kreatif
menurut Csikszentmihalyi
Csikszentmihalyi
mengemukakan 10 pasang cirri-ciri kepribadian kreatif yang seakan-akan
paradoksal tetapi saling terpadu secara dialektis.
a.
Pribadi kreatif mempunyai kekuatan energi fisik yang memungkinkan mereka
dapat bekerja berjam-jam dengan konsentrasi penuh, tetapi mereka juga bias
tenang dan rileks, tergantung situasinya.
b.
Pribadi kretaif cerdas dan cerdik tetapi pada saat yang sama mereka juga
naïf. Mereka nampak memilliki kebijaksanaan (wisdom) tetapi kelihatan seperti
anak-anak (child like). Insight mendalam nampak bersamaan dalam ketidakmatangan
emosional dan mental. Mampu berfikir konvergen sekaligus divergen.
c.
Ciri paradoksal ketiga berkaitan dengan kombinasi sikap bermain dan
disiplin.
d.
Pribadi kreatif dapat berselang-seling antara imajinasi dan fantasi, namun
tetap bertumpu pada realitas.
e.
Keduanya diperlukan untuk dapat melepaskan diri dari kekinian tanpa
kehilangan sentuhan masa lalu.
f.
Pribadi kreatif menunjukkan kecenderungan baik introversi maupun
ekstroversi.
g.
Orang kreatif dapat bersikap rendah diri dan bangga akan karyanya pada saat
yang sama
h.
Pribadi kreatif menunjukkan lecenderungan androgini psikoogis, yaitu
mereka dapat melepaskan diri dari stereotip gender (maskulin-feminin)
i.
Orang kreatif cenderung mandiri bahkan suka menentang (passionate) bila
menyangkut karya mereka, tetapi juga sangat obyektif dalam penilaian
karya mereka.
j.
Sikap keterbukaan dan sensitivitas orang kreatif sering menderita, jika
mendapat banyak kritik dan serangan, tetapi pada saat yang sama ia merasa
gembira yang luar biasa.
C. Teori-teori
Tentang Press
Kreativitas agar dapat terwujud diperlukan
dorongan dari individu (motivasi intrinsik) maupun dorongan dari lingkungan
(motivasi ekstrinsik)
a.
Motivasi Intrinsik dari Kreativitas
Setiap
individu memiliki kecenderungan atau dorongan mewujudkan potensinya, mewujudkan
dirinya, dorongan berkembang menjadi matang, dorongan mengungkapkan dan
mengaktifkan semua kapasitasnya.
Dorongan ini
merupakan motivasi primer untuk kreativitas ketika individu membentuk
hubungan-hubungan baru denganlingkungannya dalam upaya manjadi dirinya sepenuhnya. (Rogers dan
Vernon 1982)
b. Kondisi eksternal yang mendorong perilaku
kreatif
Kretaivitas memang tidak dapat dipaksakan, tetapi harus dimungkinkan untuk tumbuh,
bibit unggul memerlukan kokdisi yang memupuk dan memungkinkan bibit itu
mengembangkan sendiri potensinya. Bagaimana cara menciptakan lingkungan eksternal yang dapat memupuk dorongan dalam
diri anak (internal) untuk mengembangkan kreativitasnya?
Menurut pengalaman Carl Rogers dalam psikoterapi adalah dengan menciptakan
kondisi keamanan dan kebebasan psikologis.
1. Keamanan
psikologis
Ini dapat terbentuk dengan 3 proses yang saling berhubungan:
§ Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelabihan dan
keterbatasannya.
§ Mengusahakan suasana yang didalamnya evaluasi eksternal tidak
ada / tidak mengandung efek mengancam. Evaluasi selalu mengandung efek
mengancam yang menimbulkan kebutuhan akan pertahanan ego.
§ Memberikan pengertian secara empatis. Dapat menghayati
perasaan-perasaan anak, pemikiran-pemikirannya, dapat melihat dari sudut
pandang anak dan dapat menenrimanya, dapat memberikan rasa aman.
2. Kebebasan psikologis
Apabila guru mengijinkan atau memberi kebebasan kepada anak untuk
mengekspresikan secara simbolis (melalui sajak atau gambar) pikiran atau
perasaannya. Ini berarti mmebrei kebebasan dalam berfikir atau merasa apa yang
ada dalam dirinya.
Sumber :
Diktat.A.M.Heru Basuki
Utami Munandar
Tri Maryani.staff.Gunadarma.ac.id ( kreativitas )
Sumber :
Diktat.A.M.Heru Basuki
Utami Munandar
Tri Maryani.staff.Gunadarma.ac.id ( kreativitas )





