Kesehatan Mental

Nama : Yollanda Frishlla
NPM  : 19513494
Kelas  : 2PA15
FAK.Psikologi Univ.Gunadarma
MatKul : Kesehatan Mental #



Riview Film : Analisis dan Teori
Film berjudul The Roommate ini menceritakan tentang seorang mahasiswi yang memiliki teman sekamar seorang psycho. Bermula dari kedatangan Sara (Minka Kelly) masuk ke perguruan tinggi ULA (University of Los Angeles) di bidang seni dan mulai tinggal di asrama setempat. Sara belum memiliki teman sekamar ketika ia datang pertama kali , hingga Sara pulang dari pesta yang diadakan oleh asrama Tau Sigma Kappa yang diajak oleh teman barunya Tracy, Sara akhirnya bertemu dengan teman sekamarnya yang bernama Rebbeca, yang diperankan oleh Leighton Meester.
Pada awalnya pertemanan antara Sara dengan Rebecca terlihat normal saja layaknya persahabatan antar wanita sebayanya. Tetapi makin lama perasaan yang diberikan oleh Rebecca terhadap Sara lebih cenderung ke sifat protektif bahkan sering perasaan cemburu yang ditunjukkan oleh Rebecca bila Sara terlihat bersama teman wanita lainnya atau pacar barunya yang baru saja dikenal saat pesta di asrama Tau Sigma Kappa. Bahkan Rebecca sempat menggunakan kalung milik saudari Sara yang telah meninggal tanpa seizin Sara sendiri.
Teror pertama yang dilakukan Rebecca terhadap orang-orang di dekat Sara adalah Tracy. Rebecca menyerang Tracy ketika Tracy sedang mandi, karena menurut Rebecca, Tracy dapat memberikan pengaruh buruk terhadap diri Sara. Korban berikutnya adalah dosen Sara yang bernama Prof. Roberts, alasannya karena Prof. Roberts melakukan pelecehan seksual terhadap Sara atau lebih tepatnya mencium Sara. Rebecca yang mendengar hal itu dari Sara tentu tidak dapat menerimanya, dia marah kemudian menghampiri Prof. Roberts di ruangannya lalu mengancam Prof. Roberts atas tindakan pelecehan seksual jika dia tidak menjauhi Sara.
Baru diketahui oleh Sara bila Rebecca sebenarnya menderita gangguan jiwa, dari obat yang dia temukan di laci milik Rebecca ditambah dengan kelakuan Rebecca yang membuat Sara semakin kesal yaitu dengan membuat tatoo di dada kiri Rebecca seperti halnya Sara, dengan tanda nama Emily (nama saudari Sara) agar Sara menganggap Rebecca dapat menjadi penggati saudari Sara. Hingga saat itu Sara mulai pindah ke kamar Stephen, pacar Sara, yang membuat Rebecca semakin kesal tentunya. Hal buruk semakin menjadi ketika Rebecca menyandera Irene (sahabat lama Sara) di apartemen milik Irene sendiri, dan perkelahian antara Sara dan Rebecca pun tak dapat dihindarkan.
TEORI YANG BERHUBUNGAN DENGAN  FILM DI ATAS ADALAH TEORI PSIKOANALISIS FREUD
Dalam kasus ini teori yang pas adalah Psikoanalisa dari Sigmund Freud .
Pengertian Psikoanalisis
Psikoanalisis ditemukan di Wina, Austria, oleh Sigmund Freud. Psikoanalisis merupakan salah satu aliran di dalam disiplin ilmu psikologi yang memilik beberapa definisi dan sebutan, Adakalanya psikoanalisis didefinisikan sebagai metode penelitian, sebagai teknik penyembuhan dan juga sebagai pengetahuan psikologi.
Psikoanalisis menurut definisi modern yaitu:
1.    Psikoanalisis adalah pengetahuan psikologi yang menekankan pada dinamika, faktor-faktor psikis yang menentukan perilaku manusia, serta pentingnya pengalaman masa kanak-kanak dalam membentuk kepribadian masa dewasa,
2.    Psikoanalisis adalah teknik yang khusus menyelidiki aktivitas ketidaksadaran (bawah sadar),
3.    Psikoanalisis adalah metode interpretasi dan penyembuhan gangguan mental.
Psikoanalisis dalam pengertian lain (Hjelle & Ziegler, 1992) yaitu:
1.    Teori mengenai kepribadian & psikopatologi,
2.    Metode terapi untuk gangguan kepribadian teknik untuk menyelidiki pikiran & perasaan individu yang tidak disadari.
Psikoanalisis memiliki sebutan-sebutan lain yaitu:
1.    Psikologi dalam, karena menurut Freud penyebab neurosis adalah gangguan jiwa yang tidak dapat disadari, pengaruhnya lebih besar dari apa yang terdapat dalam kesadaran dan untuk menyelidikinya, diperlukan upaya lebih dalam,
2.    Psikodinamika, karena Psikoanalisis memandang individu sebagai sistem dinamik yang tunduk pada hukum-hukum dinamika, dapat berubah dan dapat saling bertukar energi.
Adapun contoh dari Psikoanalisis adalah Hipnotis, analisis mimpi, mekanisme pertahanan diri.
Pengertian Psikopat Menurut Beberapa Ahli :
1)    Menurut  Kartini Kartono, 1989, psikopat ialah bentuk kekalutan mental yang ditandai dengan tidak adanya pengorganisasian dan pengintegasian pribadi; orangnya tidak bisa bertanggung jawab secara moral; selalu konflik dengan norma sosial dan hukum ( karena sepanjang hayatnya hidup dalam lingkungan sosial yang abnormal dan moral ) yang diciptakan oleh angan-angan sendiri.
2)   Menurut Guanarsa S.S, 1985, psikopat dipakai untuk menggambarkan manifestasi psikopatologis di dalam perilaku dan perbuatan individu, berdasarkan ketidak mampuannya untuk menghayati nilai-nilai antarpribadi, sosial, dan moral.
3)    Menurut Sarwono, Sarlito Wirawan, 2000, Psikopat adalah  kelainan perilaku, khusunya berbentuk perilaku yang anti sosial,  yaitu tidak memedulikan norma-norma sosial.
Para psikopat biasanya bersembunyi melalui berbohong, mencurangi, mencuri, memanipulasi, mengorbankan, dan menghancurkan rekan kerja.Psikopat tempat kerja akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kekuasaan, status, dan upah yang mereka inginkan. Psikopat tempat kerja menghancurkan korbannya secara psikologis.
Berikut ini beberapa ciri yang mungkin dapat menjadi isyarat adanya gangguan kepribadian psikopat
1.   Pada awalnya menampilkan sikap yang menarik, cenderung dibuat-buat, memesona, dan menebarkan sikap hangat. Inilah yang membuat orang mudah mempercayainya, dan dengan kepercayaan itu mereka mencelakai atau menipu korbannya.
2.    Beranggapan dirinya yang paling penting dan harus diistimewakan, semuanya berpusat pada dirinya, pokoknya untuk saya, pokoknya milik saya, pokoknya saya dan saya.
3.   Sering memperlihatkan perlakuan yang impulsif (meledak-ledak), sulit menunda dan mengendalikan emosi. Kalau punya keinginan harus sekarang, kalau tidak akan marah atau mengamuk.
4.   Hubungan pertemanan atau hubungan sosial yang singkat, sering ganti-ganti pasangan asmara atau ganti-ganti pekerjaan.
5.      Sering berbohong, menipu, dan mengkhianati.
6.   Kurang tanggung jawab atas perbuatannya, berani mengambil keputusan berisiko dan tidak dapat belajar dari pengalaman, selalu diulang terus, meskipun telah diberi hukuman atau peringatan.
7.      Kurang mampu merasakan perasaan orang lain, tidak peduli orang lain menderita.
8.      Cenderung menyalahkan orang lain untuk apa yang telah dilakukannya.
 
Gejala-Gejala Psikopat
1.  Sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.
2.      Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
3.   Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
4.     Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.
5.     Sikap antisosial di usia dewasa.
6.     Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya.
7.     Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.
8.  impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.
9.      Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
1. Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar -- bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin".
11.  Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.
12.  Biasanya memiliki tingkat IQ yang tinggi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar